<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fosma Depok 165</title>
	<atom:link href="http://fosmadepok165.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fosmadepok165.wordpress.com</link>
	<description>Dari Pondok Cina, Untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Apr 2011 22:23:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fosmadepok165.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fosma Depok 165</title>
		<link>http://fosmadepok165.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fosmadepok165.wordpress.com/osd.xml" title="Fosma Depok 165" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fosmadepok165.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Republik Beringas</title>
		<link>http://fosmadepok165.wordpress.com/2010/01/26/republik-beringas/</link>
		<comments>http://fosmadepok165.wordpress.com/2010/01/26/republik-beringas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 13:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fosmadepok165</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fosmadepok165.wordpress.com/?p=841</guid>
		<description><![CDATA[Seorang supporter bonek mati setelah terjatuh dari atap kereta api yang licin. Kepalanya pecah menimpa batu batuan di pinggir rel. Walau prihatin, saya tidak terlalu berduka. Entah kenapa, setelah melihat aksi mereka menjarah para pedagang kecil di sepanjang stasiun perhentian. Melempari warga dengan batu. Memukuli wartawan sehingga kepalanya bocor. Biarlah ini menjadi azab mereka, demikian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=841&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seorang supporter bonek mati setelah terjatuh dari atap kereta api yang licin. Kepalanya pecah menimpa batu batuan di pinggir rel. Walau prihatin, saya tidak terlalu berduka. Entah kenapa, setelah melihat aksi mereka menjarah para pedagang kecil di sepanjang stasiun perhentian. Melempari warga dengan batu. Memukuli wartawan sehingga kepalanya bocor.<br />
Biarlah ini menjadi azab mereka, demikian kata pedagang makanan yang terampas oleh aksi beringas supporter bonek.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-841"></span>Bandingkan jaman dulu &#8211; kita mendengar cerita cerita – warga palmerah yang saat itu masih kampung selalu menyediakan kendi berisi air putih di depan pagarnya ketika hari pertandingan bola tiba di Stadion Utama Senayan.<br />
Suporter bola yang melintas dengan tertib gantian minum dan mengucapkan terima kasih. Saling melambai dengan warga sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada apa dengan bangsa ini. Sedemikian mudah pemarah dan menjadi beringas ? Kemana ciri ciri yang katanya toleran dan ramah tamah. Menolak kehadiran gereja di lingkungan kita ?. Bakar dulu gerejanya. Urusan lain belakangan. Toh, jemaat mereka akan diam saja dan tak mungkin balas membakar mesjid kita. Bangganya kita menjadi mayoritas yang berkuasa. Sama seperti sang suporter, yang menjadi beringas dan sombong saat berada dalam ribuan bonek.<br />
Marah, beringas dan kejam sudah menjadi trade mark baik rakyat dan penguasa. Sunan Amangkurat dengan mudahnya memerintahkan ribuan santri berkumpul di alun alun dan memenggal kepala semuanya. Tentara jaman orde baru biasa menginterograsi dengan menyetrum tahanannya. Pernah dengar anekot polisi memeriksa berita acara tersangka ? Sang juru ketik bertanya sambil duduk di kursi yang kaki kursinya menginjak jempol tersangka.</p>
<p>Jadi wajar saja bagi rakyat untuk ikut ikutan memukuli maling ayam sampai mati. Kita juga biasa melihat lawakan Srimulat atau Komeng dan Adul yang saling mengeplak kepala. Biasa saja.<br />
Tidak itu saja. Juga aksi tontonan wakil rakyat yang beringas menjadi panggung infotainment yang hadir di ruang keluarga dan tempat keseharian kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Keberingasan muncul bisa jadi karena dendam. Bangsa kita memang pendendam. Kalau kesebelasan kita kalah, kita boleh melampiaskan dendam kepada masyarakat yang kita lalui dalam perjalanan pulang. Termasuk makan tanpa bayar. Kalau perlu penjualnya ikut kita pukuli.<br />
Hutang mata bayar dengan mata. Tahanan pemerkosa di penjara, harus siap siap menerima hukuman tambahan. Disodomi beramai ramai oleh tahanan yang tahu bahwa dia pemerkosa.</p>
<p style="text-align:justify;">Mohtar Lubis dalam bukunya yang menghebohkan tahun 1977. Manusia Indonesia ( sebuah pertanggungan jawab ), telah menulis ciri ciri manusia Indonesia. Ia diserang karena isi bukunya banyak menelanjangi manusia Indonesia dengan potret dan ciri khas yang jelek jelek.<br />
Tidak mungkin. Bangsa ini bermartabat demikian mereka yang protes. Padahal Mohtar Lubis juga menjelaskan, pada dasarnya manusia Indonesia juga berhati lembut dan suka damai. Dia juga punya rasa humor yang baik, dan dapat tertawa dalam kesulitan. Manusia Indonesia umumnya sabar dan kesabaran yang tak ada batasnya, merupakan kelemahan juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi kenapa sebagai bangsa kita tak pernah malu dengan segala keberingasan yang kita tontonkan. Long Live Shame. Hidup rasa malu. Demikian yang dianjurkan Benedict Anderson kepada para politikus Indonesia.<br />
Kebuntuan dan putus asa membuat orang pemarah. Ini juga merupakan pertaruhan jaman reformasi yang katanya akan membuat segalanya lebih baik. Ternyata tidak semuanya, walau secara kenegaraan sistem demokrasi telah mengajarkan hal hal baru yang tak pernah mungkin pada waktu masa orde baru.<br />
Namun ada yang terasa sia sia.</p>
<p style="text-align:justify;">Coba lihat petikan sajak Berhold Brecht yang dikutip dalam buku Sindhunata.<br />
<em>Kau bilang kita sedang ditimpa malang. Gelap makin pekat. Daya makin tak kuat. Sekarang setelah sekian lama membanting tulang,</em><em><br />
<em>Kita malah terjerumus dalam kesukaran, yang lebih parah daripada awal kebelakangan.</em></em></p>
<p style="text-align:justify;">Akumulasi kekecewaan bangsa terhadap prestasi olahraganya yang bertambah terpuruk, hidup yang makin susah walau Presiden mengatakan pertumbuhan ekonomi yang dua digit. Sampai sekarang kita agak bingung mengartikan apa itu mahluk dua digit. Juga rakyat kecil yang semakin terpinggirkan haknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti kata puisi Brecht. Semua kerja keras kita sia sia. Sehingga kita memiliki pembenaran atas kemarahan kita.<br />
Jadi tidak salah jika orang Belanda jaman VOC dulu menganggap bangsa ini tidak bisa memegang janji, suka khianat, berkelahi terus, suka perang dan maha kejam. Pemimpin partai sekarang memang susah memegang janjinya kepada rakyat konstituennya.<br />
Sementara kita tertawa tawa melihat Adul yang bertubuh pendek terus digebukin Komeng sampai masuk ke keranjang sampah.<br />
Ayo kurang beringas !</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">diambil dari : www.blog.imanbrotoseno.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fosmadepok165.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fosmadepok165.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fosmadepok165.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fosmadepok165.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fosmadepok165.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fosmadepok165.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fosmadepok165.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fosmadepok165.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fosmadepok165.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fosmadepok165.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fosmadepok165.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fosmadepok165.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fosmadepok165.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fosmadepok165.wordpress.com/841/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=841&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fosmadepok165.wordpress.com/2010/01/26/republik-beringas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fosmadepok165</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sulaiman &amp; Pencarian Keadilan</title>
		<link>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/11/15/pengumuman/</link>
		<comments>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/11/15/pengumuman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 22:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fosmadepok165</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fosmadepok165.wordpress.com/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[Kisah Nabi Sulaiman selalu diulang ulang saat menceritakan bagaimana dengan bijaknya selalu menemukan solusi hukum atas keadilan yang dicari cari rakyatnya. Ketika seorang ibu menghadapinya dan meminta keadilan karena seorang ibu lain telah menukar bayinya dengan bayi yang sudah mati. Sang Baginda pun bersabda dengan memberikan solusi dengan ‘ membagi dua ‘ bayi itu untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=836&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/11/2564456600102872335s500x500q85.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-839" title="2564456600102872335S500x500Q85" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/11/2564456600102872335s500x500q85.jpg?w=250&#038;h=185" alt="" width="250" height="185" /></a>Kisah Nabi Sulaiman selalu diulang ulang saat menceritakan bagaimana dengan bijaknya selalu menemukan solusi hukum atas keadilan yang dicari cari rakyatnya. Ketika seorang ibu menghadapinya dan meminta keadilan karena seorang ibu lain telah menukar bayinya dengan bayi yang sudah mati. Sang Baginda pun bersabda dengan memberikan solusi dengan ‘ membagi dua ‘ bayi itu untuk menentukan siapa ibu sesungguhnya. Kita tahu akhir cerita ini, dan jauh ribuan tahun sebelum jaman sekarang, ternyata hukum sudah melakukan terobosan untuk menemukan keadilan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-836"></span>Sedemikian sulitkah mencari keadilan ?  Ini bukan sebuah cerita khayal dari <em>Fran</em><em>sz Kafka</em>, seorang penulis Ceko keturunan Yahudi. Tentang seorang yang mendatangi pintu gedung hukum, dan bertanya kepada penjaga apakah ia bisa menemui sang keadilan. Si penjaga, dengan gagahnya – karena ia melindungi gedung hukum – serta segala wibawanya, mengatakan bahwa mungkin ia harus menunggu.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang itu terus menunggu sampai bertahun tahun, sampai ia tua, lemah dan matanya rabun. Di pintu itu ia tetap terpekur, sampai akhirnya mati. Sebelum mati, Kafka menuliskan. Ada sebuah cahaya yang tak pernah mati, mengalir dari dalam pintu hukum itu. Ini mungkin sebuah satire yang mengejek hukum itu sendiri. Orang itu tak pernah menemukan keadilan yang sebenarnya, hanya sejengkal dibalik pintu besar itu. Tertutup oleh kekuasaan.</p>
<p>Ketika suara rakyat mendorong dorong agar pintu hukum itu dibuka. Mencengangkan, Presiden kita, SBY masih saja terpekur di balik pintu hukum yang dijaga ketat oleh aparatnya. Ia hanya menunggu dan selalu ragu. Apakah hukum ini merupakan jawaban atas keadilan yang ditunggu tunggu rakyat.</p>
<p style="text-align:justify;">Prof. Sacipto Rahardjo menulis dalam rubriknya di harian KOMPAS , bahwa pekerjaan hukum bukan semata melakukan <em>rule making </em>( membuat dan menjalankan ) tetapi juga – dalam keadaan tertentu – melakukan terobosan. <em>Rule breaking.</em><br />
Dengan dinamika tuntutan yang sedemikan besar dari rakyat tentang rasa keadilan yang terciderai dalam kasus perseteruan Bibit Chandra dan Polisi/ Kejaksaan di pihak lain. Presiden bisa menjadi langkah terakhir untuk melakukan tindakan progresif. Hukum progresif adalah hukum yang membebaskan kita dari ‘ belenggu kerangkeng hukum ‘. Kita membutuhkan hukum, tetapi jangan sampai hukum justru membelenggu kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan paksa saya. Sang Presiden memang menolak menjadi juru taksir sebuah kebenaran. Ia terus mengelak. Sepertinya SBY kelihatan bijak dengan bersembunyi dalam doktrin trias politica, bahwa tidak semestinya eksekutif memasuki pagar yudikatif.<br />
Tapi ia lupa, bahwa rakyat yang telah memilihnya kemarin, tak melulu harus mengerti konsep konsep teori politik <em>Montesque</em>.  Mereka butuh jawaban keadilan, hari ini juga.  Bahwa keadilan tak harus sedemikian rumitnya untuk dinalar dengan akal sehat.<br />
Demi kemashalatan umum dan publik, sebagai pemegang amanat rakyat. Seorang Presiden bisa mengenyampingkan teori teori kolot tentang etika politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada pameo di kalangan para hakim, lebih baik membebaskan orang yang bersalah daripada khilaf menghukum orang yang tak bersalah. Persoalan dan hiruk pikuk tonil sandiwara yang begitu menyita perhatian publik, sudah bukan urusan hukum semata. Ini sudah menjelma menjadi issue politik dan bernegara, karena harus memenuhi ekspektasi rasa keadilan yang dituntut publik.</p>
<p style="text-align:justify;">Seberapa berani SBY akan memenuhi tuntutan publik ? Semoga ia berani berkaca bahwa sejarah selalu mengajarkan hal yang sama. Ketika arus kekuatan rakyat tersumbat, ia akan merobohkan kesewenang wenangan. Apapun bentuknya.<br />
Memang tidak mudah menjadi bijak seperti Nabi Sulaiman. Tetapi sangat mudah untuk mengerti bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">diambil dari : http://blog.imanbrotoseno.com/?p=1119</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fosmadepok165.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fosmadepok165.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fosmadepok165.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fosmadepok165.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fosmadepok165.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fosmadepok165.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fosmadepok165.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fosmadepok165.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fosmadepok165.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fosmadepok165.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fosmadepok165.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fosmadepok165.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fosmadepok165.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fosmadepok165.wordpress.com/836/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=836&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/11/15/pengumuman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fosmadepok165</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/11/2564456600102872335s500x500q85.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2564456600102872335S500x500Q85</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Awal Sebuah Sejarah</title>
		<link>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/30/awal-sebuah-sejarah/</link>
		<comments>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/30/awal-sebuah-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 14:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fosmadepok165</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/30/awal-sebuah-sejarah/</guid>
		<description><![CDATA[Permulaan abad ketujuh hijriyah adalah masa tidak menyenangkan bagi umat islam. Termasuk bagi kabilah Turkmaniyah yang mendiami wilayah Kurdistan. Serangan besar-besaran bangsa Mongol pimpinan Jengis Khan membuat suku-suku Turki di wilayah tersebut tercerai berai. Sulaiman, salah seorang pemuka suku Turkmaniyah, memimpin sebagian anggota sukunya untuk mencari daerah yang lebih baik ke sebelah barat. Di tengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=831&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-832" title="ottoman_empire" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/08/ottoman_empire.jpg?w=187&#038;h=200" alt="ottoman_empire" width="187" height="200" />Permulaan abad ketujuh hijriyah adalah masa tidak menyenangkan bagi umat islam. Termasuk bagi kabilah Turkmaniyah yang mendiami wilayah Kurdistan. Serangan besar-besaran bangsa Mongol pimpinan Jengis Khan membuat suku-suku Turki di wilayah tersebut tercerai berai. Sulaiman, salah seorang pemuka suku Turkmaniyah, memimpin sebagian anggota sukunya untuk mencari daerah yang lebih baik ke sebelah barat. Di tengah perjalanan terjadi silang sengketa. Sebagian ingin menetap di Akhlath, namun sebagian ingin terus melanjutkan perjalanan. Apalagi setelah Sulaiman meninggal dunia. Dengan jumlah yang makin sedikit tersebut, Urthughril putra Sulaiman, memimpin rombongan kecil yang nyaris putus asa tersebut melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan tersebut dia menemukan sepasukan kaum muslimin didesak olah kekuatan pasukan Bizantium. Didorong solidaritas sebagai seorang muslim, Urthughril maju menolong pasukan muslim dan memukul mundur pasukan Bizantium. Atas jasa-jasanya tersebut, Urthughril diberi tanah untuk menetap dan mengabdi pada kekhilafahan Abbasyiah. Urthughril meninggal dan digantikan oleh Utsman yang kemudian terus mengembangkan wilayahnya. Dikemudian hari, mereka berhasil menancapkan pengaruhnya di 3 benua, menyebarkan Islam sampai di gerbang Wina dan Paris, mengibarkan panji-panjinya sampai kesultanan Aceh di Nusantara. Umat Islam menyebutnya sebagai Kekhilafahan Utsmaniyah, tapi di barat mereka dikenal sebagai Ottoman Empire.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-831"></span>Kita mungkin tidak akan mengenal sejarah kegemilangan kekhilafahan Turki Utsmani jika dahulu Urthugril dan segelintir orang-orangnya menyerah untuk melanjutkan perjalanan. Kita mungkin juga tidak akan mendengar kegemilangan tentang seorang anak muda bernama Muhammad Al Fatih yang berhasil menembus gerbang Bizantium. Pencapaian besar pada masa kini kadang berawal dari sebuah pilihan kecil pada masa sebelumnya.  Tidak dahulu, tidak pula masa kini. Tidak ada yang tahu pendulum sejarah akan brgerak ke arah mana, kecuali kita menjalaninya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Jum’at, 28 Agustus 2009 bertepatan dengan 7 Ramadhan 1430 H. Tidak lebih dari 20 orang berkumpul di rumah Faldy di kawasan Cimanggis, Depok. Hari itu kali pertama Fosma Depok mengadakan pengajian rutin di bulan ramadhan tahun ini. Acaranya cukup sederhana. Hanya buka bersama, kultum, shalat Tarawih, dan ngobrol ngalor ngidul.</p>
<p style="text-align:justify;">Aziz Cahya Perdana, Fauzan Hangriawan, Uzan, Seno, Faldy, Aam, Panji Jipe, Boby Sumantri, Teha, Angga, P-Man, Riki, Avie, Oshy, Fia, Yudha, Angga Cewek, dan Dije adalah nama-nama yang tercatat hadir dalam event tersebut. Secara jumlah, peserta yang hadir memang jauh di bawah rata-rata tingkat kehadiran seperti pada pengajian-pengajian sebelumnya. Itu juga tidak semua datang tepat apda waktunya. Beberapa datang bahkan malah setelah sholat Tarwih dimulakan. Entah karena bentrok dengan buka bersama yang sering digelar setiap kai bulan puasa atau juga karena alasan lainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak tahu omongan apa saja yang keluar di forum malam itu. Biasanya tidak jauh-jauh dari cerita asmara anak muda atau sekedar ketawa-ketiwi khas anak fosma. Menyesal juga tidak bisa bergabung dalam kumpulan komunitas yang sudah berbuat lebih banyak itu dibandingkan dengan rentang usianya. Saya yakin ada banyak orang seperti saya yang gundah gulana ketika tidak bisa meluangkan waktu bertemu dengan mereka. Apalagi fosma depok dikenal punya kebiasaan menarik suka ngumpul-ngumpul sambil wisata kuliner yang menyehatkan jiwa-raga&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Harus diakui kepengurusan Fosma Depok kali ini menghadapi tantangan yang tidak mudah. Bisa jadi, secara organisasi yang utuh dan normal, Fosma Depok kini adalah satu-satunya fosma yang masih berjalan secara efektif sebagai sebuah organisasi yang utuh. Bukan karena fosma yang lain sudah tidak ada, tetapi lebih karena fosma lainya seperti mengalami stagnasi dan hanya hidup sebagai kumpulan komunitas paguyuban belaka. Lebih tepatnya saat ini fosma tampaknya mengalami diaspora, karena kurang terkoordinir secara rapih dan berjalan sendiri-sendiri. Mirip seperti tercerai berainya suku-suku Turki abad ketujuh Hijriyah yang digempur serangan bangsa Mongol.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan tidak ada usaha untuk merapihkan barisan itu menjadi kesatuan yang lebih baik. Tapi beberapa usaha yang ditempuh untuk melakukan itu sepertinya belum berhasil mencapai tujuanya. Dan sebagai salah satu bagian dari komunitas itu sejak awalnya, Fosma Depok beritikad untuk terus menjaga agar cita-cita generasi pendiri fosma ini tidak musnah begitu saja. Walaupun dengan segala kesederhanaan dan keterbatasan, Fosma Depok berusaha untuk tetap berkomitmen melanjutkanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengajian jumat malam lalu adalah sebuah ikhtiar. Sebuah asa untuk terus melanjutkan perjalanan perjuangan agar tidak mati dan berhenti. Mungkin memang tidak segelamour dahulu, tapi tidak ada yang tahu&#8230; bisa jadi dari kumpulan sedikit orang itulah Allah membuka jalan yang lebih besar. Bahkan bisa jadi dari kumpulan mereka itulah akan terwujud sebuah gerakan yang jauh lebih ebsar dari masa setelahnya. Asalkan saja mereka tidak menyerah dan berhenti seperti yang telah dilakukan Urthughril pada masanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Urthughril ataupun Utsman tidak pernah menyaksikan bagaimana imperium yang dibangunya berkembang pesat sampai beberapa abad kemudian. Mereka tidak pernah merasakan kebanggaan dunia Islam dari hasil kerja keras mereka. Tapi fakta berbicara, merekalah peletak dasar dari berdirinya imperium tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Anak-anak muda yang datang ke pengajian Fosma Depok kemarin mungkin juga tidak pernah tahu sejarah Urthughril dan Utsman. Namun saat ini mereka melalui jalan yang tidak jauh berbeda dengan yang ditempuh para kepala suku itu. Mereka harus memilih, untuk diam dan mengalami stagnasi atau terus berjalan mencapai kemegahan cita-cita, meski hambatan dan rintangan menghadang di muka mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi saya yakin&#8230; mereka pasti bisa.</p>
<p style="text-align:justify;">(Kelapa Gading. Ba&#8217;da Tarawih di Pojokan Kost yang berantakan)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fosmadepok165.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fosmadepok165.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fosmadepok165.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fosmadepok165.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fosmadepok165.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fosmadepok165.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fosmadepok165.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fosmadepok165.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fosmadepok165.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fosmadepok165.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fosmadepok165.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fosmadepok165.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fosmadepok165.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fosmadepok165.wordpress.com/831/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=831&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/30/awal-sebuah-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fosmadepok165</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/08/ottoman_empire.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ottoman_empire</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Optimisme</title>
		<link>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/27/optimisme/</link>
		<comments>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/27/optimisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 13:36:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fosmadepok165</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fosmadepok165.wordpress.com/?p=825</guid>
		<description><![CDATA[Konon jika lebih banyak lagi orang baik di Kota Sodom dan Gomorah, azab tidak akan turun. Tapi lihatlah baik-baik. Setiap kali kita mengatakan bahwa kian bertambah jumlah pencuri di antara tetangga kita, setiap kali kita menambah jumlah itu dengan satu orang perampok di hati kita. Kita memang mencuri dengar orang berbisik-bisik tentang garong dan maling, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=825&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-828" title="struggle" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/08/struggle.jpg?w=180&#038;h=200" alt="struggle" width="180" height="200" />Konon jika lebih banyak lagi orang baik di Kota Sodom dan Gomorah, azab tidak akan turun. Tapi lihatlah baik-baik. Setiap kali kita mengatakan bahwa kian bertambah jumlah pencuri di antara tetangga kita, setiap kali kita menambah jumlah itu dengan satu orang perampok di hati kita. Kita memang mencuri dengar orang berbisik-bisik tentang garong dan maling, mafia dan bajingan — berjajar dari Barat sampai ke Timur. Tapi ingatkah Anda pada seseorang yang berjalan di pedalaman yang jauh, dan seorang anak hampir mati yang berbisik “terimakasih”?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-825"></span>Khotbah memang bicara tentang kebejatan akhlak — dan itu memang ada. Tapi adakah kita telah sepakat bahwa bangsa ini bangsa terkutuk? Acara diskusi kaum intelektuil memang kerap berbicara tentang kebobrokan dan korupsi — dan itu memang nyata. Tapi benarkah kita tidak punya apa pun untuk mengatasinya?</p>
<p style="text-align:justify;">Di sebuah bioskop kecil di sebuah kota kecil, orang berkerumum menonton <em>November 1828</em>. Film tentang suatu episoda Perang Diponegoro ini sebenarnya nyaris tanpa ketegangan. Tapi toh di bioskop kecil di kota kecil itu, penonton bertepuk riuh ketika adegan pendek ini terjadi: seorang pemuda pemberani menaiki tiang bendera, merobek Merah-Putih-Biru dari tempatnya, ketika pertempuran sengit terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemuda itu tewas. Tapi ada yang lebih besar ketimbang mati. Bahkan ada yang lebih besar dari kekalahan yang panjang. Dan para penonton di bioskop kecil di kota kecil itu tahu: manusia lebih baik dari yang diteriakkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Lantas mengapa kita lebih sering mengatakan tentang pesimisme ketimbang optimisme, seperti halnya kemungkinan kita untuk menemui nasib buruk lebih besar daripada menemukan durian runtuh?</p>
<p style="text-align:justify;">Barangkali karena memang lebih banyak orang tewas dalam kecelakaan lalulintas ketimbang jumlah pemenang undian berhadiah sebuah bank. Lebih banyak orang jadi korban kebakaran ketimbang para pemenang Hadiah Nobel.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi kenapa kita toh berjalan terus, sering dengan muka riang? Seorang anthropolog suatu kali bermain-main dengan sebuah gagasan, dan menulis <em>Optimism, The Biology of Hope</em> untuk mengatakan: barangkali, dalam zat-zat terdasar kesadaran kita, sejak nenek moyang, harapan sudah diikatkan. Untuk survival.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat menunaikan ibadah puasa sahabat-sahabat Fosma Depok. Semoga Ramadhan kali ini memberi kita energi untuk lebih optimis menyongsong Fosma Depok satu tahun ke depan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">(dikutip dari <a href="http://ndorokakung.com/2009/08/24/optimisme-pecas-ndahe/#more-4105">http://ndorokakung.com/2009/08/24/optimisme-pecas-ndahe/#more-4105</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fosmadepok165.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fosmadepok165.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fosmadepok165.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fosmadepok165.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fosmadepok165.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fosmadepok165.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fosmadepok165.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fosmadepok165.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fosmadepok165.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fosmadepok165.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fosmadepok165.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fosmadepok165.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fosmadepok165.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fosmadepok165.wordpress.com/825/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=825&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/27/optimisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fosmadepok165</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/08/struggle.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">struggle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ruang Hening Proklamasi Kita</title>
		<link>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/16/ruang-hening-proklamasi-kita/</link>
		<comments>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/16/ruang-hening-proklamasi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 10:53:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fosmadepok165</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fosmadepok165.wordpress.com/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[Persoalan suara siapa yang harus didengar tidak menjadi monopoli jaman sekarang. Para generasi muda saat ini yang progressive menyuarakan mereka yang lebih berhak memimpin bangsa ini daripada ‘ old establishment ‘ generasi tua. 64 tahun lalu para pemuda menolak dengan keras ide proklamasi dengan melibatkan PPKI ( Panitia Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia )- bentukan Jepang &#8211; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=820&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-823" title="2042166290102872335S500x500Q85" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/08/2042166290102872335s500x500q85.jpg?w=137&#038;h=200" alt="2042166290102872335S500x500Q85" width="137" height="200" />Persoalan suara siapa yang harus didengar tidak menjadi monopoli jaman sekarang. Para generasi muda saat ini yang progressive menyuarakan mereka yang lebih berhak memimpin bangsa ini daripada ‘ old establishment ‘ generasi tua. 64 tahun lalu para pemuda menolak dengan keras ide proklamasi dengan melibatkan PPKI ( Panitia Kemerdekaan Kemerdekaan Indonesia )- bentukan Jepang &#8211; karena dianggap representasi sebuah kemerdekaan yang diberikan oleh Jepang. Ini sesuai yang dikatakan Jenderal Terauchi pada tanggal 12 Agustus 1945 kepada Soekarno dan Hatta di markas besarnya Saigon. Bahwa Pemerintah Dai Nippon akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-820"></span>Persoalan tua muda, siapa yang layak mengambil keputusan atas nasib bangsa tidak melulu dilihat dari umur. Soekarno Hatta yang berumur 40 tahunan sudah dianggap barang rongsokan oleh generasi muda seperti Soekarni, Wikana, Soebadio, Chaerul Saleh pada saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Soekarno Hatta adalah lamban, peragu, dan selalu menunggu instruksi Jepang. Sementara para pemuda beranggapan revolusi harus dikobarkan begitu Jepang menyerah kepada sekutu. Rebut kemerdekaan ini dengan paksa kalau perlu. Sebaliknya kedua orang ini, Soekarno Hatta melihat hasilnya tidak akan baik, karena kemerdekaan bukan monopoli Jakarta. Tokoh tokoh tua yang duduk di PPKI tetap merupakan perwakilan seluruh daerah Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena terlanjur emosi. Soekarno dan Hatta di culik. <em>“ Bung Hatta tidak bisa diharapkan untuk revolusi !</em> “ teriak mereka. Hatta hanya diam dan berkeyakinan fondasi dan landasan bernegara harus disiapkan lebih dahulu. Suka tidak suka sistemnya memang harus melalui PPKI. Bung Karno juga kesal dan panas. Selain karena Guntur &#8211; anaknya yang ikut diculik bersama istrinya Fatmawati – terus menangis menjerit jerit kehabisan susu.</p>
<p style="text-align:justify;">Soekarno menyorongkan lehernya, <em>“ Potong leherku kalau kau tidak percaya dengan apa yang kita telah persiapkan selama ini“.</em> Para pemuda salah. Mereka tetap tidak bisa memproklamasikan kemerdekaan. Juga Laksmana Maeda dan Nijishima yang kebingungan karena kehilangan kedua tokoh ini. Karena sesuai janji pada tanggal 16 Agustus, Jepang akan mengumumkan penyerahan secara resmi kepada tiga pemimpin, Soekarno , Hatta dan Ahmad Soebarjo. Namun hanya Ahmad Soebarjo yang muncul sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, para pemuda masih percaya dengan revolusi yang akan dikobarkan. Dari kejauhan terlihat asap asap membubung di langit di perbatasan Bekasi dan Jakarta. <em>“Jakarta telah dibakar. Api revolusi mulai berkobar “</em> Seru mereka kepada Bung Karno. Setelah mendekat, ternyata hanya para petani yang membakar sisa sisa sampah dan jelaga. Bung Karno mengejek mereka, <em>“Inikah revolusimu?“</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam persoalan hidup mati bangsa saat itu, kita percaya butuh perang batin yang luar biasa untuk menyeimbangkan tekanan yang tinggi dan tuntutan pemuda yang emosional. Hatta bukan penggerak revolusi massa seperti Soekarno. Ia memberikan perenungan tentang apa yang harus dilakukan dengan prinsip prinsip kebenaran yang diyakini. Soekarno yang dasarnya pemarah, ternyata bisa dengan penuh kesabaran menghadapi situasi pelik itu. Mereka percaya selalu ada proses ruang ruang hening dalam pengambilan keputusan dan bertindak.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak dulu mereka memang berbagi peran dengan kawan seperjuangannya. Soekarno penyeru rakyat untuk menjebol kolonialisme, sedangkan Hatta mengajak orang membangun institusi demokrasi. Soekarno – Hatta percaya pada sistem. PPKI adalah representasi demokrasi saat itu walau bentukan Jepang.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah yang harus dipahami para generasi muda atau orang orang tua yang <em>sok gede rumongso</em> bisa mengurus negara. Sebab tanpa demokrasi, penjajahan yang telah diusir dengan darah dan air mata akan datang kembali menjajah. Tidak dalam bentuk pemerintahan asing, tetapi dalam bentuk tirani saudara sebangsa setanah air. Eksploatasi manusia antar manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak kepemimpinan di Indonesia yang dilahirkan dengan dukungan popular namun berakhir tragis dalam kekecewaan publik yang dalam. Sepertinya ada yang salah dengan sistem di sini. Kalau Bung Hatta merenungkan dalam ruang heningnya, Ia berpendapat yang keliru bukan sistem kepemimpinan di sini, tetapi arah masyarakat menolehnya. Prinsip demokrasi meniscayakan mencari pemimpin yang berupa manusia sempurna atau ratu adil. Yang dipilih adalah yang berdasarkan paling mampu menjalankan aspirasi orang banyak, kendati ia mungkin banyak kekurangan di segi lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita mengaitkan pada proses berbangsa , ruang hening &#8211; dan kembali ke titik nol &#8211; akan mengembalikan kita pada hati nurani. Bertanya pada diri kita sendiri, apakah kita benar benar merdeka.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang sama juga patut kita renungkan tentang Fosma Depok. Kita perlu ruang hening untuk sejenak mengevaluasi Fosma ini untuk benar-benar menjadi fosma yang waskita ke depanya. Yang tetap bisa berdiri untuk jangka waktu lama. Bukan sekedar ada, namun jatuh tak lama berselang setelah ia dideklarasikan. Ia butuh gelora semangat anak-anak muda macam Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana. Namun juga perlu kebijaksanaan orang tua seperti Soekarno dan Hatta. Ia harus bisa memayungi semua yang ada. Ia butuh energi untuk bergerak dan pemikiran yang jernih untuk bertindak. Karena ternyata, mendirikan fosma tak kalah pelik dari memproklamasikan sebuah negara. Maka dalam proses suksesi yang sedang berjalan ini, mari kita mereformasi kembali semangat kita untuk terus bergerak dan bergabung bersamanya. Mengevaluasi kekurangan, mengambil yang baik dari proses yang sudah berjalan, dan tentu saja semangat untuk terus berjuang bersamanya adalah salah satu kunci sukses fosma depok menghadapi tahun-tahun yang akan datang.</p>
<p style="text-align:justify;">Semalam suntuk menyusun naskah proklamasi yang melelahkan. Lagi lagi para pemuda, lewat Sukarni mengusulkan ungkapan yang lebih revolusioner. <em>“Merebut Kekuasaan“</em>. Ini masalah peka, karena Jepang tidak mau membahayakan dirinya sendiri seolah olah diartikan merebut senjata dari prajurit Jepang yang sedang melaksanakan perintah Sekutu. Akhirnya kata <em>“Pemindahan kekuasaan“</em> yang disepakati. Semua lega dan melepaskan letihnya. Laksamana Maeda sendiri pergi tidur sejak perdebatan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu bulan puasa. Bung Karno lalu pergi ke dapur mengambil makanan untuk sahur. Bung Hatta lalu menyusul mengambil sarden dan mencampurnya dengan telur untuk makanannya. Mereka duduk sendiri sendiri di pojok dalam keheningan. Tak berbicara. Setelah subuh Bung Karno pulang menuju rumahnya di Jalan Proklamasi. Bu Fatmawati belum tidur karena menjahit bendera merah putih yang akan dikibarkan pagi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia berbisik kepada istrinya, <em>“Kita merdeka“.</em></p>
<p style="text-align:justify;"> (Disadur dari : <a href="http://www.blog.imanbrotoseno.com/">www.blog.imanbrotoseno.com</a>.  13 Agustus 2008)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fosmadepok165.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fosmadepok165.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fosmadepok165.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fosmadepok165.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fosmadepok165.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fosmadepok165.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fosmadepok165.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fosmadepok165.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fosmadepok165.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fosmadepok165.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fosmadepok165.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fosmadepok165.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fosmadepok165.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fosmadepok165.wordpress.com/820/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=820&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/16/ruang-hening-proklamasi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fosmadepok165</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/08/2042166290102872335s500x500q85.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2042166290102872335S500x500Q85</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nakhoda</title>
		<link>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/10/nakhoda/</link>
		<comments>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/10/nakhoda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 00:23:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fosmadepok165</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fosmadepok165.wordpress.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1512. Ferdinand de Magelhaens, seorang bangsawan Portugis yang mengabdi kepada raja Spanyol mengangkat jangkar dan memulai penjelajahan samudra. Sebuah perjalanan yang sulit karena ia harus bergerak menuju sebelah barat hanya dengan 5 kapal kecil yang panjangnya hanya 21 meter, Trinidad, San Antonio, Concepcion, Victoria, dan santiago. Menyebrangi lautan Atlantik yang ganas dan berbekal sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=814&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-817" title="Aziz" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/08/aziz.jpg?w=191&#038;h=268" alt="Aziz" width="191" height="268" />Tahun 1512. Ferdinand de Magelhaens, seorang bangsawan Portugis yang mengabdi kepada raja Spanyol mengangkat jangkar dan memulai penjelajahan samudra. Sebuah perjalanan yang sulit karena ia harus bergerak menuju sebelah barat hanya dengan 5 kapal kecil yang panjangnya hanya 21 meter, <em>Trinidad, San Antonio, Concepcion, Victoria, </em>dan<em> santiago</em>. Menyebrangi lautan Atlantik yang ganas dan berbekal sebuah keyakinan, bahwa di sebelah barat dunia baru (Amerika) yang ditemukan Colombus, pasti ada jalan menuju pusat rempah-rempah dunia di wilayah Nusantara. Bukan perkara mudah, karena pendangan orang saat itu terhadap bumi masih menganut faham bahwa bumi itu datar. Tak sedikit awaknya yang mengangaap bahwa di sebelah barat dunia baru Amerika terdapat jurang akhir dunia. Belum lagi ancaman serangan dari armada Portugis yang bisa muncul kapan saja.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-814"></span>Magelhaens berhasil meyakinkan awak armadanya untuk terus mengikutinya berlayar ke barat. Dan setelah mengarungi perjalanan yang buruk, keras, dan lama, Magelhaens akhirnya tiba di sebuah kepulauan di sebelah barat benua Amerika. Tanah tersebut kemudian ia nyatakan berada dalam kekuasan raja Sapnyol dan ia berinama Filipina. Sayang, ketika bergerak menaklukkan seluruh Filipina ia mati di tangan penduduk asli di sana.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelayaran harus tetap dilanjutkan. Sebastian de Elcano kemudian mengambil alih nakhoda kapan dan langsung bergerak menuju Maluku untuk mengangkut repah-rempah. Dan tidak harus menunggu lama mereka kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Spanyol. 18 orang yang tersisa tercatat sebagai awak kapal pertama yang berhasil mengelilingi dunia. Dan walaupun Magelhaens tidak bisa sampai kembali dengan selamat ke Spanyol, tetapi dunia tetap menghormatinya atas kepemimpinanya terhadapa rmada Spanyo tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahad, 9 Agustus 2009. Fosma Depok kembali menjalani transisi kepemimpinan. Setelah selama satu tahun pneuh menjabat, akhirnya Tri Harjuni alias teha harus mengembalikan mandat kepemimpinanya. Komisi Pemlihan Umum Fosma Depok yang digawangi Roy pun segera bergerak cepat. Jauh-jauh hari mereka sudah membuat proses suksesi tersebut. Sebelum acara puncak tanggal 9 Agustus kemarin, beberpa proses sudah dilaksanakan, termasuk di dalamnya penjaringan calon dan sosialisasi kandidat. Dari penjaringan tersebut, muncullah 3 nama yang maju dalam puncak pemilihan tanggal 9 Agustus 2009 yaitu Aziz, Yudha, dan Riki.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari minggu kemarin ketiganya maju ke depan memaparkan visi dan misinya dihadapan anggota fosma depok di lantai 2 gedung PPSDMS. Semuanya dengan semangat untuk memberikan perbaikan bagi fosma depok, tak peduli apakah akan terpilih atau tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan akhirnya setelah lewat pemilihan yang damai tanpa kekerasan,terpilihlah Aziz Cahaya Perdana sebagai Ketua Fosma Depok 2009-2010. kita berdoa semoga Aziz bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan fosma depok bisa berjalan lebih baik di masa depan. Dan tentunya kita juga punya tanggungjawab besar untuk mmebantu aziz dalam kepengruusan periode mendatang. Kita juga sampaikan terima kasih kepada teha dan seluruh pengurus periode 2008-2009 atas kontribusinya selama ini. Semoga Allah swt memberikan balasan setimpal atas perjuangan yang telah mereka kerjakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan harus dianjutkan, sepeti kata Sebastian del Cano setelah kepergian Magelhaens. Begitu pula dengan fosma depok. Pelabuhan terakhir masih sangat pnajang. Rehat pada masa transisi ini adalah ibarat melempar jangkar di pelabuhan pemberhentian. Untuk sekedar menghirup udara segar, dan mengisi perbekalan. Tak usah berlama lama, karena kapal akan segera kembali berlayar. Maka bagi mereka yang kasih punya keberanian, komitmen, mimpi, dan cita-cita segeralah naik ke kapal. Karena sang nakhoda sudah siap berdiri di anjungan. Jika dulu Magelhaens berhasil memimpin armadanya mengelilingi dunia, kita tunggu saja apa yang bisa dilakukan Aziz dan armadanya setahun ke depan….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fosmadepok165.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fosmadepok165.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fosmadepok165.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fosmadepok165.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fosmadepok165.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fosmadepok165.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fosmadepok165.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fosmadepok165.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fosmadepok165.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fosmadepok165.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fosmadepok165.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fosmadepok165.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fosmadepok165.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fosmadepok165.wordpress.com/814/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=814&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/10/nakhoda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fosmadepok165</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/08/aziz.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Aziz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saatnya Suksesi!!</title>
		<link>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/04/saatnya-suksesi/</link>
		<comments>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/04/saatnya-suksesi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 14:25:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fosmadepok165</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fosmadepok165.wordpress.com/?p=809</guid>
		<description><![CDATA[Ketika pertama kali membuka Alas Mentaok sebagai wilayah yang dihadiahkan oleh Sultan Hadiwijaya atas prestasinya membunuh Aryo Penangsang, Ki Ageng Pemanahan hanya bertemu dengan sebuah hutan belantara di pedalaman tanah Jawa. Sebuah wilayah yang mungkin tereksan kurang berharga dibandingkan dengan Pati yang diberikan kepada Ki Penjawi atas jasa yang sama dengan Ki Ageng Pemanahan. Pati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=809&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-811" title="Fosma Depok" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/08/fosma-depok.jpg?w=296&#038;h=220" alt="Fosma Depok" width="296" height="220" />Ketika pertama kali membuka Alas Mentaok sebagai wilayah yang dihadiahkan oleh Sultan Hadiwijaya atas prestasinya membunuh Aryo Penangsang, Ki Ageng Pemanahan hanya bertemu dengan sebuah hutan belantara di pedalaman tanah Jawa. Sebuah wilayah yang mungkin tereksan kurang berharga dibandingkan dengan Pati yang diberikan kepada Ki Penjawi atas jasa yang sama dengan Ki Ageng Pemanahan. Pati adalah daerah ramai dan besar, sedangkan Mentaok adalah daerah hutan belantaar penuh belukar. Namun hal itu tak membuat Ki Ageng Pemanahan berubah pikiran dan mengajukan hadiah yang lain. Bersama putra-putrinya, dia membangun hutan alas itu hingga menjadi sebuah daerah besar dan berkembang. Daerah kecil itu perlahan muncul menjadi salah satu kekuatan baru di tanah Jawa. Lebih megah dari wilayah yang ada sebelumnya, dan lebih langgeng dibandingkan dengan negeri lainya di tanah Jawa. Hutan alas yang kemudian lebih dikenal dengan nama Bumi Mataram.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-809"></span>Setelah Sultan Hadiwijaya wafat, Pajang ditimpa kemelut berkepanjangan. Di masa itulah, Sutawijaya yang menggantikan ayahnya (Ki Ageng Pemanahan) sebagai penguasa Mataram mendeklarasikan diri sebagai raja di Mataram dengan gelar Panembahan Senapati Ing Alaga Ngabdurrahman Sayyidin Panatagama Khalifatullah. Sejak itulah Mataram berkembang menjadi sebuah negara besar di tanah Jawa. Dan walaupun  sempat bergonta ganti kepemimpinan dan terpecah dalam beberapa wilayah, Kesultanan Mataram masih tetap berdiri hingga kini. Keraton Yogyakarta Hadiningrat dan Kesultanan Surakarta merupakan dua keraton penerus trah sejarah Senapati. Di dalamnya kita mengenal tokoh-tokoh besar semacam Sultan Agung Hanyokrokusumo dan Pangeran Mangkubumi. Merekalah yang memegang tanggungjawab dan amanah besar meneruskan cita-cita besar para pendiri Mataram. Mereka-merekalah yang menyambung tali sejarah itu tidak terputus hingga detik ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Fosma Depok bukanlah Mataram…. Terlalu besar membandingkanya dengan negara adidaya tersebut. Tetapi sama juga seperti Mataram, maka di setiap masa haruslah ada orang-orang yang maju mengambil alih tanggungjawab kepemimpinan. Hingga detik ini sudah 4 orang diberi amanah memagang tanggungjawab sebagai Ketua Fosma Depok. Sejak pertama kali diemban oleh Alfrenanda Putra, lalu berturut-turut dilanjutkan oleh Fajar Arya, Fauzan ‘Aang’ hangriawan, dan terakhir oleh Tri Harjuni alias TeHa. Periode keempat ketua Fosma Depok usai sudah. Saatnya kini Fosma Depok harus memelih kembali suksesor untuk meneruskan kembali perjuangan yang sudah dirintis sejak lama.</p>
<p style="text-align:justify;">Harus diakui bahwa periode kepengurusan Fosma Depok tahun depan merupakan periode yang penuh tantangan. Betapa tidak, Fosma Depok harus menghadapi tantangan untuk menyatukan anggota yang banyak jumlahnya dan dari beragam generasi dan rentang usia. Hal ini tentu akan berakibat pada pola komunikasi yang harus dikembangkan. Sebagai sebuah paguyuban, Fosma Dpeok harus bisa menjembatani perbedaan pola pikir antar generasi tersebut. Selain itu kondisi eksternal juga menunjukkan kondisi yang kurang mendukung. Beberapa Fosma seperti sudah mati suri dan susah berkembang. Dampaknya, Fosma Depok seperti hidp sendiri tanpa ada competitor dan partner untuk berkembang. Sehingga mau tidak mau, Fosma Depok juga tidak harus sekedar memikirkan tentang dirinya sendiri teteapi juga harus berfikir dalam konteks yang lebih global tentang fosma secara keseluruhan. Bukan sekedar tentang organisasinya tetapi yang lebih penting tentang tujuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk itulah kita perlu memberi apresiasi yang sangat besar kepada Riki, Aziz, Seno, dan Yudha. Mereka berempat sudah menambil keputusan besar untuk maju dalam pencalonan calon ketua Fosma Depok periode 2009-2010. Tentu bukan dalam semangat untuk jadi atau tidak sebagai ketua Fosma Depok. Tapi sebagai bentuk kontribusi (minimal gagasan) tentang Fosma dan perjuanganya. Sesuatu yang jauh lebih berate dibandingkan hanya sekedar merasa menjadi orang besar dan hobi cuap sana cuap sini tapi minim kontribusi. Dan bagi kita yang tidak ikut mengambil peran seperti mereka, sudah selaiknya kita memberkan dukungan moril kepada mereka berempat untuk terus berkontribusi. Dan bagi siapapun yang nantinya terpilih, semoga bisa menjadi seorang pemimpin yang progresif dan bijak. Yang mampu membawa Fosma Depok keluar dari jeratan persoalan, menjadi pionir dari lokomotif gerakan anak muda yang terpinggirkan, menjadi seorang ‘Satria Pininggit’ yang waskita, untuk membawa Fosma Depok yang lahir dari daerah pinggiran, menjadi sebuah gerakan besar dan langgeng layaknya Mataram.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai jumpa di tanggal 9 Agustus 2009 nanti sahabat…. Selamat menentukan pilihan. Dan siapapun yang akan terpilih, mari kita dukung bersama-sama dengan segenap kemampuan diri kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Viva Fosma Depok, Viva Indonesia!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fosmadepok165.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fosmadepok165.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fosmadepok165.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fosmadepok165.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fosmadepok165.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fosmadepok165.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fosmadepok165.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fosmadepok165.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fosmadepok165.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fosmadepok165.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fosmadepok165.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fosmadepok165.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fosmadepok165.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fosmadepok165.wordpress.com/809/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=809&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/08/04/saatnya-suksesi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fosmadepok165</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/08/fosma-depok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fosma Depok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah 3, Lalu Bisa Sampai Berapa?</title>
		<link>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/07/06/setelah-3-lalu-bisa-sampai-berapa/</link>
		<comments>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/07/06/setelah-3-lalu-bisa-sampai-berapa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 13:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fosmadepok165</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fosmadepok165.wordpress.com/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu 27 Juni 2009 kemarin Fosma Depok menggelar turnamen Futsal Fosma Se Jakarta di Lapangan Futsal FE UI. ALhamdulillah yang datang rame walaupun akhirnya gagal mengondol piala bergilir. Tapi tak apalah, yang penting bisa menyatukan kembali semangat Fosma yang lama hilang dari peredaran. Sudah 3 tahun lamanya Fosma Depok berada. Pertanyaan sederhananya adalah, sampai kapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=805&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-804" title="3 tahun fosma depok" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/07/3-tahun-fosma-depok.jpg?w=293&#038;h=220" alt="3 tahun fosma depok" width="293" height="220" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sabtu 27 Juni 2009 kemarin Fosma Depok menggelar turnamen Futsal Fosma Se Jakarta di Lapangan Futsal FE UI. ALhamdulillah yang datang rame walaupun akhirnya gagal mengondol piala bergilir. Tapi tak apalah, yang penting bisa menyatukan kembali semangat Fosma yang lama hilang dari peredaran. Sudah 3 tahun lamanya Fosma Depok berada. Pertanyaan sederhananya adalah, sampai kapan ia akan tetap ada? Inikah ulang tahun terakhirnya? Atau angka itu masih akan terus bertambah menjadi 4, 5, 6… dan seterusnya? Bukan orang lain, tetapi kita sendiri yang bias menjawabnya….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fosmadepok165.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fosmadepok165.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fosmadepok165.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fosmadepok165.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fosmadepok165.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fosmadepok165.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fosmadepok165.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fosmadepok165.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fosmadepok165.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fosmadepok165.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fosmadepok165.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fosmadepok165.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fosmadepok165.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fosmadepok165.wordpress.com/805/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=805&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/07/06/setelah-3-lalu-bisa-sampai-berapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fosmadepok165</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/07/3-tahun-fosma-depok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3 tahun fosma depok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solidarnocs</title>
		<link>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/06/21/solidarnocs/</link>
		<comments>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/06/21/solidarnocs/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 13:29:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fosmadepok165</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fosmadepok165.wordpress.com/?p=793</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang bisa dilakukan oleh sebuah solidaritas? Tanyakan hal tersebut pada Lech Wallesa, dan ia akan dengan gamblang menjelaskanya. Pada periode awal tahun 1980, Polandia yang saat itu masih masuk dalam blok komunis berada dalam kondisi memprihatinkan dengan tingkat kesejahteraan warganya yang rendah. Di galangan kapal Gdanks, di pinggiran laut Baltik, para buruh yang dipimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=793&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-794" title="logo-Solidarnosc-Dla-Przyszlosci" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/logo-solidarnosc-dla-przyszlosci.jpg?w=201&#038;h=135" alt="logo-Solidarnosc-Dla-Przyszlosci" width="201" height="135" />Apa yang bisa dilakukan oleh sebuah solidaritas? Tanyakan hal tersebut pada Lech Wallesa, dan ia akan dengan gamblang menjelaskanya. Pada periode awal tahun 1980, Polandia yang saat itu masih masuk dalam blok komunis berada dalam kondisi memprihatinkan dengan tingkat kesejahteraan warganya yang rendah. Di galangan kapal Gdanks, di pinggiran laut Baltik, para buruh yang dipimpin oleh Lech Wallesa mendirikan Solidarnosc, alias Serikat Buruh Solidaritas. Organisasi ini kemudian berkembang tidak hanya memperjuangkan kesejahteraan pekerja pelabuhan, tetapi juga Polandia pada umumnya. Gerakanya meluas dan mendapat simpati masyarakat. Ia adalah simbol perjuangan melawan komunis Polandia. Sampai satu titik mereka berhasil merebut kepemimpinan nasional. Dan Lech Wallesa, seorang mantan tukang listrik dan ledeng, menjadi presiden Polandia pada 22 Desember 1990.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-793"></span>Solidaritas adalah gelombang kekuatan luar biasa yang mampu mengubah lidi menjadi sapu, mengubah riak kecil menjadi gelombang, dan mengubah perbedaan menjadi kekuatan. Ia mungkin saja berawal dari lubang-lubang kecil di pegunungan terpencil. Namun ketika lubang-lubang itu disatukan dalam satu saluran, ia bisa menyemburkan magma yang bisa melumat semua di sekelilingnya. Solidaritas muncul dalam beragam agenda dan di setiap masa. Entah pada gerakan mahasiswa 1966 dan 1998, aksi kepedulian bagi warga Palestina, ataupun dalam bentuk dukungan ribuan orang bagi seorang perempuan bernama Prita Mulyasari. Mungkin berbeda dalam bentuknya, namun yang pasti solidaritas memiliki dampak yang sangat luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-795" title="2006-2007" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/2006-2007.jpg?w=304&#038;h=228" alt="2006-2007" width="304" height="228" />Seperti juga pada gerakan Solidarnosc, solidaritas pula yang menjadi salah satu penggerak bedirinya sebuah organisasi bernama Fosma Depok 165. Sebuah organisasi yang dibentuk untuk mewadahi anak-anak muda yang berupaya mendekatkan diri kepada Allah swt sekaligus belajar memahami agamanya. Ia berdiri untuk mewadahi setiap aktualisasi diri anak-anak muda. Ia hadir sebagai sarana berkontribusi sekaligus ibadah. Ia muncul di tengah banyaknya tawaran tarikan duniawi yang menggiurkan dan menawan bagi anak-anak muda.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-797" title="2007-2008" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/2007-2008.jpg?w=358&#038;h=228" alt="2007-2008" width="358" height="228" />Dan seperti juga Solidarnosc yang didirikan di pojok galangan kapal, Fosma Depok juga hadir dari pinggiran tempat yang sunyi. Sebuah kota satelit dari ibukota Jakarta yang gelamour. Hanya 11 orang yang datang pada edisi perdana pengajianya. Tapi hal tersebut tidak membuat semangat itu runtuh. Justru malah menjadi semacam cambuk yang melecut para penggeraknya untuk terus tumbuh dan berkembang. Pun perjalananya tidak semulus jalan tol bebas hambatan. Ada banyak konflik yang muncul, kekonyolan yang hadir, serta kejemuan yang kadang muncul. Tapi di situlah solidaritas itu bermain. Saat yang satu lelah, maka yang lain menyemangati. Saat yang lain lemah, maka yang lainpun menguatkan. Ia muncul tidak sekedar dalam pertemuan pekanan di pengajian karena ia sudah terlanjur masuk dalam setiap relung dan jiwa. Masuk bersama setiap tarikan nafas dan aliran darah. Disangkal atau tidak, Fosma Depok sudah memberikan banyak arti bagi setiap orang yang bersentuhan denganya. Maka tidak heran jika rasa rindu itu masih ada walaupun jarak yang memisahkan ribuan mil jauhnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-799" title="2008-2009" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/2008-2009.jpg?w=323&#038;h=228" alt="2008-2009" width="323" height="228" />22 Juni 2009 ini, Fosma Depok tepat berusia 3 tahun. Bukan usia yang panjang walaupun juga bukan masa yang sebentar. Ada banyak catatan perjalanan yang menghiasi rentang waktu usianya. Baik yang terlihat maupun yang sekedar menjadi catatan yang tersimpat rapat. Tapi yang jelas, harus diakui fosma depok adalah prototype berhasil dari organisasi serupa, baik yang lebih dahulu maupun yang muncul setelahnya. Saat yang lain jatuh berguguran, ia masih menunjukkan diri untuk terus berdiri. Bukan sekedar ada semata, tapi juga eksis dalam semua tindak tanduknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-800" title="fosma depok 1" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/fosma-depok-1.jpg?w=304&#038;h=228" alt="fosma depok 1" width="304" height="228" />Bukan menjadi sebuah kesombongan tentunya… sama sekali bukan. Bukan pula untuk dibangga-banggakan dengan membusung dada dan menegakkan kepala. Tetapi menjadi seperti padi yang makin menunduk saat ilmu makin dalam. Untuk semakin dewasa dalam bertindak, dan makin bijak dalam memahami  setiap persoalan. Pada awalnya ia mungkin hanya sebuah gagasan yang muncul dari sebuah rumah di belakang Gramedia, tetapi semangatnya harus tetap terjaga untuk menyebar dan memberi inspirasi bagi sebanyak-banyaknya warga dunia. Sehingga api semangat itu harusnya tidak cepat padam. Orang boleh datang dan pergi, waktu boleh saja berganti, dan kegiatan biasa dirubah sesuka hati. Namun semangatnya tidak boleh surut dan padam. Karena tidak ada yang bisa menduga, bisa jadi wadah ini dikemudian hari bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk bangkit dan berdiri. Layaknya Solidarnosc bagi jutaan warga Polandia.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-802" title="fosma depok 2" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/fosma-depok-2.jpg?w=304&#038;h=228" alt="fosma depok 2" width="304" height="228" />Hari ini kita berterimakasih kepada mereka-mereka yang sudah susah payah membangun Fosma Depok sedari awalnya. Kita bertakzim kepada semua pihak yang sudah turut serta memberikan kontribusi, sebesar apapun peranya. Dan bagi semua pihak yang merasa menjadi bagian dari Fosma Depok, kita sama berazzam untuk tetap berkomitmen bersamanya dan melanjutkan perjuanganya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin tidak ada penghargaan bagi orang-orang yang sudah memberikan kontrbusi bagi Fosma Depok layaknya Lech Wallesa yang diganjar hadiah nobel pada tahn 1983 karena kerja kerasnya. Tapi saya yakin, bahwa Allah punya cara sendiri untuk membalas semua kebaikan yang sudah ditorehkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat hari jadi buat Fosma Depok yang ke 3. Semoga senantiasa diberikan keberkahan dan keteguhan dalam perjuanganya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fosmadepok165.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fosmadepok165.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fosmadepok165.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fosmadepok165.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fosmadepok165.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fosmadepok165.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fosmadepok165.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fosmadepok165.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fosmadepok165.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fosmadepok165.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fosmadepok165.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fosmadepok165.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fosmadepok165.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fosmadepok165.wordpress.com/793/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=793&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/06/21/solidarnocs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fosmadepok165</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/logo-solidarnosc-dla-przyszlosci.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo-Solidarnosc-Dla-Przyszlosci</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/2006-2007.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2006-2007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/2007-2008.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2007-2008</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/2008-2009.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2008-2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/fosma-depok-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fosma depok 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/fosma-depok-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fosma depok 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Cinta Bertasbih</title>
		<link>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/06/14/ketika-cinta-bertasbih/</link>
		<comments>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/06/14/ketika-cinta-bertasbih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 05:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fosmadepok165</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fosmadepok165.wordpress.com/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Minggu ini minggu ini ribuan orang berduyun-duyun memadati bisokop di seantero penjuru Jakarta dan seluruh Indonesia.  Tidak melulu didonimasi kawula muda yang mungkin hendak refresing dari kesibukan sehari-hari atau hanya sekedar melewatkan hari dengan orang-orang terdekat. Tapi juga hadir muka-muka para politisi kawakan yang saat ini sedang sibuk bertarung memperebutkan jalan menuju istana negara, ibu-ibu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=788&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-791" title="PosterKCB" src="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/posterkcb.jpg?w=157&#038;h=220" alt="PosterKCB" width="157" height="220" />Minggu ini minggu ini ribuan orang berduyun-duyun memadati bisokop di seantero penjuru Jakarta dan seluruh Indonesia.  Tidak melulu didonimasi kawula muda yang mungkin hendak refresing dari kesibukan sehari-hari atau hanya sekedar melewatkan hari dengan orang-orang terdekat. Tapi juga hadir muka-muka para politisi kawakan yang saat ini sedang sibuk bertarung memperebutkan jalan menuju istana negara, ibu-ibu pengajian dengan warna warni seragamnya, komunitas-komunitas sosial, sampai tokoh masyarakat panutan ummat. Semua nampak antusias menyambut tayangan film baru yang tayang serentak di 8 negara. Sebuah film hasil karya anak bangsa berjudul “Ketika Cinta Bertasbih’.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-788"></span>Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya Habiburrahman el Shirazhy. Sebelumnya Kang Abib juga sukses meluncurkan novelnya yang lain ke layar kaca dengan judul “Ayat-Ayat Cinta”. Dan sama menariknya, kedua film ini bisa dianggap sukses menarik minat penonton untuk mendatanginya. Bak semut mengerubungi gula. Maka tidak heran jika film ini sanggup menjadi magnet bagi ribuan orang untuk menontonnya, tak peduli siang, tak peduli malam. Bahkan tak peduli juga kalau sampai harus nonton berkali-kali.</p>
<p style="text-align:justify;">Animo itupula yang mungkin dirasakan oleh anak-anak fosma depok. Maka tak heran jika apda saat pemutaran perdana film ini beberapa anak fosma depok langsung menyerbu bioskop di sekitar Margonda. Sementara yang lain menyusul belakangan di waktu dan tempat yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Film garapan sutradara kondang Chairul Umam ini bertutur tentang pencarian cinta sejati anak manusia. Tentang gejolak anak muda dan harapan orang tua yang pingin segera anaknya menemukan teman hidup. Tetapi berbeda dengan film percintaan pada umumnya, film ini juga menyodorkan bagaimana hubungan antar laki-laki dan perempuan itu diatur dalam kaidah agama. Bagaimana seharusnya mendudukkan porsi tersebut pas sesuai kaidah tetapi juga tidak mematikan fitrah manusia apda umumnya. Bahkan sampai menyentuh aspek paling sensitif dalam masalah pernikahan, alias poligami. Semuanya diulas dalam dialog yang cerdas, menggelitik, namun yang penting tidak terkesan menggurui. Tentu, tanpa meninggalkan aspek lain yang turut memberi warna tersendiri dalam film yang hampir setengah <em>scene</em>-nya mengambil lokasi di Mesir ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Film ini, dan juga film Ayat-Ayat Cinta yang sudah tayang sebelumnya menjadi semacam icon baru perfilm-an Indonesia. Itulah kali pertama film religius berhasil menyedot animo ribuan orang untuk datang menonton, bahkan para petinggi negara sekalipun. Sebuah hal yang patut disyukuri tentunya, karena selain terus menggerek reputasi film nasional di negeri sendiri, juga menunjukkan bahwa ternyata film bertema religi masih mendapat tempat di hati banyak kalangan di negeri ini. Animo besar ini juga patut disyukuri karena di lain sisi, kita bisa melihat bangsa ini masih doyan dicekoki film-film yang tidak mendidik sama sekali. Dari film hantu menyeramkan, erotisme dan sensualitas, kekerasan, sampai pada sinetron-sinetron murahan yang membuai mimpi jutaan warga bangsa ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah hal tersebut salah? Bisa jadi iya. Kenapa? Karena film apda hakikatnya bukanlah sekedar media hiburan. Ia adalah sebuah media penyampaian gagasan, ideologi, bahkan pembangunan karakter. Bagaimana mungkin sebuah bangsa akan bisa maju jika setiap hari warganya disuguhkan tontonan yang membuai mimpi, membuat takut anak-anak, dan menggumbar sensualitas belaka. Kita mungkin perlu meniru Hollywood untuk hal yang satu ini&#8230; betapa warga Amerika akan sangat bangga memberikan penghormatan bagi para serdadunya yang maju ke medan tempur jika melihat film-film heroik macam <em>Saving Private Ryan, Bond of Brothers</em>, atau <em>Black Hawk Down</em>. Wajar pula jika warga Amerika merasa bangga dan superior jika menonton film macam <em>Armageddon</em>. Atau jika belum cukup kita juga bisa belajar dari Jepang. Sebelum tahun 1998 mungkin kita belum mengenal dengan baik sepakbola Jepang. Kita mungkin baru mengenalnya lewat komik Captain Tsubasa, One Shoot, dan lainya. Tapi lihatlah sekarang. Jepanga dalah raksasa Asia. Beberapa pemainya menjadi kunci dari klubnya masing-masing, macam Hidetoshi Nakata yang sukses mengantar AS Roma juara liga Serie A Italia ataupun Shunsuke Nakamura yang bersinar di Glasgow Cheltic Skotlandia. Komik dan film mereka adalah energi positif yang memacu untuk bergerak lebih maju.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini bukan berarti bahwa film Indonesia semuanya jelek dan tidak berkualitas. Ada banyak jejeran film yang layak tonton di negara ini. Tetapi alangkah menjadi lebih luar biasa ketika film juga dijadikan sebagai wahana pembangunan karakter kebangsaan selain lewat media olahraga. Kita tidak harus kemudian meninggalkan kuliah-kuliah ketahanan nasional ataupun seminar-seminar kebangsaan yang terbatas pesertanya. Film bisa dijadikan salah satu cara menyampaikan rasa kebangsaan yang mungkin sudah mulai pudar. Ataupun juga menjadi sarana da’wah yang santun, menarik, tapi tidak menggurui seperti yang selama ini digaungkan oleh Deddy Mizwar. Maka ketika film Ketika Cinta Bertasbih ditayangkan, ini bukan sekedar bagaimana mencari keuntungan semata ataupun sekedar menjadi sarana da’wah lewat kata-kata bijak nan syahdu. Tapi ini tentang masa depan bangsa&#8230; tentang bagaimana karakter manusia dibangun&#8230; ini tentang masa depan Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Masing-masing orang tentu punya pandangan sendiri-sendiri setelah menonton film Ketika Cinta Bertasbih. Beragam pula komentar yang mungkin muncul setelah menontonnya. Bisa jadi menangis setelah meresapi setiap adegan yang penuh dengan drama menyentuh jiwa, penasaran karena pingin segera menikmati sekuel keduanya, menyesal sudah membawa istri nonton sehingga merusak rencana poligami, ataupun malah bengong dan bingung karena sepanjang pertunjukan malah tidur berselimut jaket tebal.</p>
<p style="text-align:justify;">Di lain sisi, sutradara tentunya juga punya pengharapan agar pesan dari film ini bisa juga sampai kepada pemirsanya. Dan sekali lagi masing-masing penontonlah yang kemudian melihat dan mengambilnya. Entah mungkin tentang prinsip keyakinan dalam menghadapi perbedaan prinsip kehidupan, tentang konteks hubungan lelaki dan perempuan, tentang bakti pada orang tua, ataupun hanya fokus pada masalah jengkolnya saja&#8230;. tapi semoga saja lebih banyak yang bisa mendapatkan sesuai dengan yang diinginkan sang sutradara.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Selamat akhir pekan kisanak&#8230;. pesan apa yang mampir di kepala sampeyan setelah melihat Ketika Cinta Bertasbih? Lalu semenarik apa kisah cinta sampeyan semua?</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fosmadepok165.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fosmadepok165.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fosmadepok165.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fosmadepok165.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fosmadepok165.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fosmadepok165.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fosmadepok165.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fosmadepok165.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fosmadepok165.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fosmadepok165.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fosmadepok165.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fosmadepok165.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fosmadepok165.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fosmadepok165.wordpress.com/788/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fosmadepok165.wordpress.com&amp;blog=2719265&amp;post=788&amp;subd=fosmadepok165&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fosmadepok165.wordpress.com/2009/06/14/ketika-cinta-bertasbih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">fosmadepok165</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fosmadepok165.files.wordpress.com/2009/06/posterkcb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PosterKCB</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
