Permulaan abad ketujuh hijriyah adalah masa tidak menyenangkan bagi umat islam. Termasuk bagi kabilah Turkmaniyah yang mendiami wilayah Kurdistan. Serangan besar-besaran bangsa Mongol pimpinan Jengis Khan membuat suku-suku Turki di wilayah tersebut tercerai berai. Sulaiman, salah seorang pemuka suku Turkmaniyah, memimpin sebagian anggota sukunya untuk mencari daerah yang lebih baik ke sebelah barat. Di tengah perjalanan terjadi silang sengketa. Sebagian ingin menetap di Akhlath, namun sebagian ingin terus melanjutkan perjalanan. Apalagi setelah Sulaiman meninggal dunia. Dengan jumlah yang makin sedikit tersebut, Urthughril putra Sulaiman, memimpin rombongan kecil yang nyaris putus asa tersebut melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan tersebut dia menemukan sepasukan kaum muslimin didesak olah kekuatan pasukan Bizantium. Didorong solidaritas sebagai seorang muslim, Urthughril maju menolong pasukan muslim dan memukul mundur pasukan Bizantium. Atas jasa-jasanya tersebut, Urthughril diberi tanah untuk menetap dan mengabdi pada kekhilafahan Abbasyiah. Urthughril meninggal dan digantikan oleh Utsman yang kemudian terus mengembangkan wilayahnya. Dikemudian hari, mereka berhasil menancapkan pengaruhnya di 3 benua, menyebarkan Islam sampai di gerbang Wina dan Paris, mengibarkan panji-panjinya sampai kesultanan Aceh di Nusantara. Umat Islam menyebutnya sebagai Kekhilafahan Utsmaniyah, tapi di barat mereka dikenal sebagai Ottoman Empire.
Read more »
Filed under: News | 18 Comments »